Kamis, 08 Desember 2011

Sunyi = Kuburan
Masih mengikuti ujian semster ganjil
                Tidak terasa tiga hari libur karena bergantian hari ujian anak kelas VII dan VIII, saya dan teman-teman lain sebagai kakak kelas tauladan harus menunggu ujian tersebut. Kemarin setelah ujian hari sabtu, saya belum ada belajar sampai hari senin. Saat hari kamis tiba, disini kejadiannya....
                Pagi itu saya bergegas bangun pagi walau udara sedang dingin-dinginnya akibat hujan tadi malam. Ingin rasanya memeluk guling dan bantal yang sudah harum mewangi akibat keringat atau iler yang jatuh meresap kedalam. Walaupun alaram sudah berdering dari jam 04.30, tetap saja saya bangun jam 05.15, dibangunin mama. Akhirnya saya terpaksa bangkit dari tempat tidur dan solat subuh seperti biasa. Mandi, makan, setrika jilbab, pakai jilbab, makan, dan terakhir duduk diatas jok mobil hitam kantor mama.
                Kira-kira jam 06.55 sampailah saya menginjak tanah dimana ilmu dijunjung tinggi, alias sekolah. Mendaki kurang lebih 40 anak tangga hingga sampailah dilantai 2,ruang 2, ruang saya ujian. Saat memasuki ruang kelas tampak para siswa-siswi, alias teman-teman yang sedang serius mengulang pelajaran untuk ujian nanti.
                Seperti makhluk halus yang masuk kelas angker, tidak ada yang melihat kearah saya. Letakkan tas di kursi paling pojok dekat jendela nomor dua dari depan. Menatap keseluruh penjuru kelas,pojok depan, belakang dan kanan. Dantipun lagi serius membaca buku tapi kutaktau buku apa itu. Sampai akhirnya saya memberi kode “pssttt....” kepadanya. Barulah dia menatapku dengan tersipu malu (?). Kelas ini mirip kuburan dipagi hari yang dihuni ribuan setan. Ass.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar