Selasa, 13 Desember 2011

Salah Masuk
                Ruang kelas kami sedang disibukkan oleh puluhan anak yang sedang mengerjakan lembar ujian. Pak yugo sebagai pengawas kelas kali ini memakai kemeja coklat dan celana coklat yang biasa dipakai setiap  kurang lebih 3 hari seminggu. Sepatunya yang hitam menghiasi hariku saat kelas 8, tepatnya satu tahun lalu. Lagi-lagi redi menyondongkan badannya dan membuat suara “kretek” ditengah kesepian kelas. Sudah 50 soal conversation siap kukerjakan. Dengan melihat kearah jam dinding kelas IX-B dibelakang kami semua.
                Waktu masih menunjukkan pulul 10.30. Sebenarnya bel selesai ujian hari ini jam 11.25. Dan menyesal lah aku karena terlalu cepat mengerjakan soal conversation. Terpaksa nunggu kira-kira 45 menit lagi. Dari pada gak tau mau ngapain, akhirnya aku mengutip serpihan-serpihan bekas penghapus abu-abuku. Sampai akhirnya berbentuk bulat dan ku giling pakai pensil ini. Sembari menunggu,aku menatap wajah danti, temanku. Akhirnya kami tatap-tatapan dan sedikit mengobrol.
                “Lama kali lah*hoam*”,kataku sambil menutup mulut supaya nggak masuk setan.
Danti hanya mengerdipkan matanya bahwa dia setuju dengan perkataanku.
                10 menit kemudian, ada yang masuk kekelas. Perlahan tapi pasti, pegangan pintu bergerak dan engselnya bersuara ‘nyiiit’. Tiba-tiba seseorang bernama rezki anak sebelah masuk kekelas kami. Dengan raut wajah malu. Untung saja dia baru berdiri di depan pintu dan masih memasukkan setengah wajahnya.
                “Eh..eh..”, katanya sambil garuk-garuk kepala,muka memerah.
                Serentak kelas dipenuhi tawa para siswa
                “Apanya dia”, aku bicara menatap danti
                “Kali dia lupa, inikan kelas ujian, bukan kelas masuk sekolah biasa”,kata danti dengan wajah datarnya
                “Iya jugakya”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar